Jumat, 08 Desember 2017

SYARAT RUMAH SEHAT

SYARAT RUMAH SEHAT

Pendahuluan
Setiap orang menghendaki badannya selalu sehat. Bila kepala pusing, perut mulas dan sebagainya, maka hal ini menunjukkan adanya gejala suatu penyakit. Faktor lingkungan juga menentukan baik buruknya kesehatan seseorang dan masyarakat, antara lain: rumah tempat tinggal, ventilasi, cahaya, persedian air bersih, kakus, dan pembuangan sampah. Kebiasan-kebiasan buruk yang dapat merugiakan kesehatan individu dan masyarakat harus dihindari. Rumah yang besar serta terbuat dari bahan-bahan yang mahal tidak merupkan jaminan bahwa rumah itu memenuhi syarat kesehatan. Disamping makan bergizi dan higienis, maka manusia pun harus tinggal dalam rumah dan lingkungan yang baik agar kesehatan nya terjamin. Pengertian “sehat” menurut WHO (World Health orgization) adalah sebagai berikut.
“sehat adaah suatu keadaan fisik, mental, dan sosial yang baik sempurna serta bukan selalu jadi berpenyakit atau cacat”.
Maka jelaslah, seorang tuna wisma atau gelandangan walaupun badannya kelihatan hebat tetapi luntang-lantung dijalanan dan tidak memiliki perumahan yang baik adalah tidak sehat. Didalam membangun dan menjaga kebersihan rumah harus diperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut.
Rumah sehat yang diajukan oleh Winslow:
-          Harus memiliki kebutuhan fisiologis
-          Harus memenuhi kebutuhan psikologi
-          Harus dapat menghindarkan terjadinya kecelakaan
-          Harus menghindarkan terjadinya penyakit
Memenuhi kebutuhan fisiologis
Suhu ruangan. Suhu ruanga harus dijaga agar jangan banyak berubah. Sebagainya tetap berkisar antara 18-20°C. Suhu ruangan ini tergantung pada:
-          Suhu udara luar
-          Pergerakan udara
-          Kelembapan udara
-          Suhu benda disekitarnya
Pada rumah-rumah modern, suhu ruangan ini dapat diatur dengan air conditioning.
Harus cukup mendapatkan penerangan. Harus cukup mendapatkan penerangan baik siang maupun malam hari. Yang ideal adalah penerangan listrik. Diusahakan agar mendapat sinar matahari terutama pagi hari.
Harus cukup mendapatkan pertukuaran udara (Ventilasi). Pertukaran udara yaang cukup menyebabkan hawa ruangan tetap segar (cukup mengandung oksigen). Untuk ini rumah harus cukup mempunyai jendela. Luas jendela keseluruhan kira-kira 15% dari luas lantai. Susunan ruangan harus sedemikian rupa sehingga udara dapt mengalir bebas bila jendela dibuka.
Harus cukup mempunyai isolasi suara. Dinding ruangan harus kedap suara, baik terhadap suara yang berasal dari luar maupun dari dalam. Sebaiknya rumah jauh dari sumber suara yang gaduh misalnya pabrik, pasar, sekolah, lapangan terbang, stasiun bus, stasiun kereta api, dan sebagainya.
Memenuhi kebutuhan psikologis
-          Keadaan rumah dan sekitarnya, cara pengaturan nya harus memenuhi rasa keindahan (estetis) sehingga rumah tersebut menjadi pusat kesenangan rumah tangga yang sehat.
-          Adanya jaminan kebebasan yang cukup, bagi setiap anggota keluarga yang tinggal dirumah tersebut.
-          Untuk tiap anggota keluarga, terutama yang mendekati dewasa harus mempunyai ruangan sendiri sehingga rahasia pribadinya tidak terganggu
-          Harus ada ruangan untuk menjalankan kehidupan keluarga dimana semua anggota keluarga dapat berkumpul.
-          Harus ada ruangan untuk hidup bermasyarakat, jadi harus ada ruangan untuk menerima tamu.
Menghindari terjadinya kecelakaan
-          Kontruksi rumah dan bangunan harus kuat sehingga tidak mudah ambruk.
-          Sarana pencegahan terjadinya kecelakaan disumur, kolam dan tempat lain terutama untuk anak-anak.
-          Usahakan agar tidak terbakar.
-          Adanya alat pemadam kebakaran terutama yang mempergunakan gas
Mengindari terjadinya penyakit
-          Adanya sumber air yang sehat, cukup kualitas maupun kuantitas
-          Harus ada tempat pembuangan kotoran, sampah dan air limbah yang baik
-          Harus dapat mencegah perkembangbiakan vektor penyakit seperti nyamuk, lalat, tikus dan sebagainya
-          Harus cukup luas. Luas kamar tidur kira-kira 5 meter persegi kapita perluas lantai \
Kesehatan harus dimulai dari rumah
Rumah adalah pusat kesehatan keluarga karena:
1.      Rumah merupakan tempat dimana anggota keluarga berkumpul dan saling berhubungan. Seluruh anggota keluarga serta kebiasaan hidup sehari-harinya merupakan suatu ketentuan yang berhubungan erat. Penderitaan, kebahagian, atau pun perbuatan slah seorang anggota keluarga, mempengaruhi pula pada anggota keluarga yang lainnya.
2.      Rumah bukan hanya sekedar tempat istirahat, melainkan juga merupakan tempat untuk mendapatakan kesenangan, kecintaan dan dan mendapatkan kebahagian. Rumah adalah tempat dimana kesetian ditumpahkan, menimbulkan kerinduan bila jauh dan mendatangkan kebahagian bila berada didalamnya.
Itulah sebabnya kesehatan harus dimulai dari rumah, untuk ini rumah dan pengaturannya harus memenuhi syarat-syarat kesehatan. Rumah yang ideal adalah sehat, efisien, murah.

Adanya halaman rumah
Halaman depan rumah ada baiknya kalau ditanami tanaman hias, seperti mawar, dendrobium, crysantheum, gerbeta jamesonii, anyelir, gladiol, anggrek bulan, lili kaktus, dan tanaman paku. Sedangan halaman samping (kanan-kiri) dan belakang sebaiknya ditanami tanaman sayuran, buah-buahan dan tanaman berkhasiat obat. Tanaman buah-buahan seperti mangga, jeruk, sirsak, pisang, rambutan, manggis dan apel. Tanaman sayuran seperti tomt, cabai, kubis, kacang panjng, terung, ketimun dan caisin atau sawi. Sedangkan tanaman berkhasiat obat seperti srikaya, sidaguri, senggugu, puring, alamanda,  jahe, arben, dan krokot.
Didekat rumah jangan menanam tanaman yang berbahaya seperti kelapa dan durian. Apabila tidak mempunyai halaman atau tanah kosong, sebaiknya menanm bunga dipot. Tanam-tanaman yang disebutkan diatas bermanfaat untuk pemenuhan gizi dan keselamatan untuk keindahan maupun untuk pelesatarian kesehatan lingkungan.
Dengan budidaya tanaan dilingkungan rumah, kita maksudkan juga untuk mengetahui jenis tanaman yang unggul dan bergizi, serta banyak menyediakan oksigen. Itulah sebabnya pada siang hari kita berteduh dibawah pohon yang rindang akan terasa sejuk. Oksigen ini diperlukan oleh manusia. Apabila musim kemarau tanaman harus disiram. Menyiram tanaman sebaiknya pada pagi hari atau sore hari. Halaman rumah harus selalu dipelihara kebersihannya supaya rumah tetap kelihatan bersih dan asri. Kertas, daun yang jatuh, dan daun yang kering harus diambil dan dibersihkan. Halam rumah harus dijaga supaya tidak terdapat bau tajam, pecahan kaca dn paku. Halaman rumah juga dibuat kering dan tidak becek.
Memiliki tempat pembuangan sampah
Sampah rumah tangga harus dikumpulkan dalam suatu tempat. Sampah-sampah seperti kaleng bekas dan plastik harus dibuang dengan cara menggali tanah dan memasukkan sampah-sampah tadi dan menimbunnya dengan setebal 25 cm. Dengan demikian tidak menjadi sarang nyamuk dan sarang lainnya yang dapat mengundang bibit penyakit. Atau dapat pula diperlukan dengan daur ulang dipabrik. Sampah dari sisa makan  sebaiknya dibuat kompos yang berguna sebagai pupuk tanaman. Membakar sampah kurang baik, selain menimbulkan pencemaran udara dapat menimbulkan bahaya kebakaran.
Da kebiasaan masyarakat kita yang masih belum dapat dihilangkan, yaitu membuang sampah seenaknya ke selokan atau ke sungai dipinggir pekarangan rumahnya. Untuk satu dua kali, membuang sampah keselokan pinggir rumah belum terasa akibatnya. Tetapi berbeda kalau dilakukan beberapa kali secara rutin, maka jumlahnya akan kian menumpuk. Begitu musim hujan datang, tumpukan sampah tersebut akan menjadi benda penghalang kelancaran aliran selokan, dengan akibat-akibat beriku ini:
1.      Air selokan meluap kepekarangan rumah, sehingga bukan saja pekarangan menjadi becek dan kotor, tetapi tidak mustahil pula segala jenis sampah dan kotoran selokan tersebut terbawa kembali ke pekarangan rumah. Dengan demikian di pekarangan akan terdapat sumber bau-bauan yang menusuk hidung, banyk lalat dan pada akhirnya merupakan tempat wabah penyakit berjangkit.
2.      Air selokan meluap pula  ke jalan depan atau sekeliling rumah. Akibatnya jalan cepat rusak, berlubang dan becek. Bukan saja kendaraan bermotor yang lewat cepat rusak, tetapi jiga kecelakaan sering terjadi pada jalan berlubang atau becek itu.
Kalau kemudian tumpukan sampah dari selokan terbawa ke sungai, maka tumpukan sampah tersebut menjadi “pulau terapung”. Kehadiran pulau terapung pada kawasan sungai kota yang kecil atau sempit dapat menyebabkan hal berikut:
1.      Dimusim kemarau akan menghambat jalannya aliran air, sehingga perkembangbiakan nyamuk serta hewan-hewan parasit lainnya terjadi dengan leluasa. Akibatnya akan turun, tetapi juga wabah penyakit seperti malaria akan terjadi.
2.      Dimusim penghujan, kehadira pulau terapung juga akan mengahmbat aliran air, sehingga air meluap. Banjir-banjir besar sering terjadi setiap musim dengan melanda jalan, pemukiman penduduk, dan lahan pertanian. Akibatnya terjadilah malapetaka besar yang biasanya di ikuti oleh berjangkitnya wabah penyakit muntaber.
Oleh karena itu perlu adanya tempat pembuangan sampah dengan  kapasitas yang cukup dan mempunyai tutup, sehingga tidak enggan membuang sampah disana.
Berdasarkan sumbernya, sampah digolongkan dua kelompok sebagai berikut.
1.      Sampah domestic, yaitu sampah yang sehari-hari dihasilkan oleh kegiatan dan kepentingan manusia secara langsung; dari rumah tangga, sekolah, pemukiman, dan rumah sakit.
2.      Sampah non domestic, yaitu sampah sehari-hari yang dihasilkan oleh kegiatan dan kepentingan manusia secara tidak langsung; dari pabrik industri, peternakan dan pertanian
Berdasarkan bentuknya, sampah digolongkan menjadi tiga kelompok sebagai berikut.
1.      Sampah padat yaitu sampah yang berasal dari sisa-sisa tanaman, hewan, kotoran atau pun benda-benda lain yang berbentuk padat
2.      Sampah cair yaitu sampah yang berasal dari buangan pabrik, industri, pertanian, peternakan ataupun manuisa yang berbentuk cair, misalnya air buangan urin
3.      Sampah gas yaitu sampah yang  berasal dari knalpot kendaraan, cerobong pabrik yang semuanya berbentuk gas atau asap.
Berdasarkan jenisnya, dikenal ada dua kelompok sampah yaitu :
1.      Sampah organik, terdiri atas berbagai jenis sampah yang sebagian besar senyawa organik (sisa tanaman, hewan ataupun kotoran)
2.      Sampah anorganik, terdiri atas berbagai jenis sampah yang tersusun oleh senyawa anorganik seperti botol dan logam.
Penyimpanan sampah
Untuk tempat sampah disetiap rumah tangga isinya cukup 1 meter kubik. Tempat samapah jangan lah ditempatkan didalam rumah atau dipojok dapur, karena akan merupakan dgudang makanan bagi tikus sehingga rumah banyak tikusnya. Tempat sampah sebaiknya:
1.      Terbuat dari bahan ynag mudah dibersihkan dan tidak  mudah rusak
2.      Harus ditutup rapat sehingga tidak menarik serangga atau hewan lainnya seperti tikus, kucing, ayam, dan sebagainya.
3.      Ditempatkan diluar rumah. Jika pengumpulan dilakukan oleh pemerintah, tempatkan lah tempat sampah sedemikan rupa sehingga karyawann pengumpul sampah mudah mengambilnya
Pengumpulan sampah
Pegumpulan sampah dapat dilakuakn
Perorang. Tiap-tiap keluarga mengumpulkan sampah dari rumahnya masing-masing untuk dibuang pada tempat tertentu
Pemerintah. Pengumpulan sampah dikota-kota dilakukan pemerintah dengan menggunakan truck sampah atau gerobak sampah
Swasta. Hanya mengambil sampah-sampah tertentu sebagai bahan baku pada perusahaanya misalnya untuk membuat kertas, karton dan plastik.


Memiliki ruang tamu, ruang makan dan ruang tidur
Ruang tamu harus diusahakan supaya selalu dengan tata ruang yang rapih dan teratur. Rauang tamu agar diusahakan selalu dalam keadaan bersih. Ruang tamu yang bersih dan rapih adalah baik dan enak dipandang mata, begitu juga enak dan sehat dinikmati. Ruang tamu yang bersih dan indah dapat membuat rasa senang dan bangga bagi pemiliknya. Ruang tamu disamping selalu dijaga kebersihannya, juga diberi tata warna dan gambar-gambar yang baik serta menarik. Ruang makan sebaiknya dbuat sama tinggi dengan bangunan ruang tamu yaitu 3-4 meter. Ruang makan sebaiknya juga diberi jendela dan ventilasi supaya udara didalam ruangan menjadi bersih, segar dan sehat. Ruang makan yang bersih disamping enak dipandang, juga dapat membuat semangat atau manmbah nafsu makan. Ruang makan supaya menarik, sebaiknya diberi tata warna dan gambar yang menarik serta cocok, seperti gambar buah pepaya, pisang, mangga, tomat dan wortel.
Ruang tidur atau kamar sebaiknya dibuat sama tinggi dengan ruang tamu dan ruang makan, yaitu antara 4-4 meter. Luas ruang tidur sebaiknya dibuat 12 m2  atau panjang 3 meter dan lebar 4 meter. Ruang tidur sebaiknya juga diberi jendala dan ventilasi, serta diusahakan supaya selalu dalam keadaan bersih. Tempat tidur sesudah dipakai harus dibersihkan dan disusun supaya kelihatan rapih. Buku-buku ajar sesudah selesai belajar harus disusun rapih, sepatu dan pakaian yang kotor sebaiknya jangan ditaruh didalam kamar tidur.
Memiliki ruang dapur
Ruang dapur sebaiknya diberi jendala dan ventilasi yang cukup. Dengan adanya jendela dan ventilasi ini dimaksudkan supaya asap cepat keluar. Ruang dapur harus selalu dijaga kebersihannya, sebab kalau kotor biasaya dihuni serangga seperti kecoa, tikus, dan lalat,  hewan-hewan tersebut termasuk hewan penyebar penyakit. Tempayan, lemari makan, tempat-tempat bumbu harus ditutup.

Tempat minyak tanah harus ditutup diletakkan agak jauh dari tempat kompor. Untuk kebersihan kompor harus diperhatikan baik-baik, sebab kompor ini sering menyebaban bahaya kebakaran. Sumbu kompor harus diperiksa supaya rata badan nyala apinya bersih. Kompor sebaiknya di isi tidak terlalu penuh dan di isi sebelum kompor dinyalakan. 

MAKALAH KONSEP DASAR PENGEMBANGAN LOGIKA MATEMATIKA

MAKALAH

KONSEP DASAR PENGEMBANGAN LOGIKA MATEMATIKA


KATA PENGANTAR


    Segala puji hanya untuk Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan karuniaNya, sehingga  bahan belajar yang berjudul Logika Matematika   telah selesai disusun sesuai dengan rencana.
           Semoga makalah ini  bermanfaat bagi siswa tidak saja sebagai bekal untuk menempuh cita-cita, akan tetapi bermanfaat pula bagi siswa sebagai sarana berfikir mengembangkan penalaran dan meningkatkan kemampuan berpikir logis.
           Makalah ini dimaksudkan membekali siswa agar mampu menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, disamping itu juga membekali siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, rasional, analitis, sistematis, objektif, dan kritis serta kreatif.
           Kompetensi yang diperoleh siswa setelah menempuh mata pelajaran ini sangat bermanfaat sebagai bekal untuk menempuh cita-cita.





Bandar Lampung, 28 September 2017


Pemakalah


DAFTAR ISI

Cover .............................................................................................................. i
Kata Pengantar .............................................................................................. ii
Daftar Isi ........................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................... 2

BAB III Pembahasan
A.    Pengertian kecerdasan matematis-logis................................................ 3
B.     Ciri-ciri dan karakter anak yang mempunyai kecerdasan
logika matematika................................................................................. 4
C.     Permasalahan dalam perkembangan kecerdasan matematis-logis
dan solusinya........................................................................................ 8

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ..................................................................................... 10
B. Saran ............................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Logika adalah dasar dan alat berpikir yang logis dalam matematika danpelajaran-pelajaran lainnya, sehingga dapat membantu dan memberikan bekaltambahan untuk menyampaikan pelajaran di sekolah. Logika adalah ilmu untuk berpikir dan menalar dengan benar. Secara bahasa, logika berasal dari kata “logos”(bahasa Yunani), yang artinya kata, ucapan, pikiran. Kemudian pengertian itu berkembang menjadi ilmu pengetahuan.[1]
Dalam Logika dipelajari metode-metode dan prinsip-prinsip yang dapat dipakai untuk membedakan cara berpikir benar (correct) atau tidak benar (incorrect), sehingga dapat membantumenyatakan ide-ide tepat dan tidak mempunyai arti ganda. Jadi, dalam ilmu logikahanya mempelajari atau memperhatikan kebenaran dan kesalahan dari penalaran,dan penarikan kesimpulan dari sebuah pernyataan atau lebih.Merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah bahwa logika, penalaran dan argumentasi sangat sering digunakan dalam kehidupan nyata sehari-hari.. Topik ini sangat penting karena dapat meningkatkan daya nalar kita dan dapat diaplikasikan di dalam kehidupan nyata.
Di dalam matematika, hukum-hukum logika menspesifikasikan makna dari pernyataan matematis. Hukum-hukum logika tersebut membantu kita untuk membedakan antara argumen yang valid dan tidak valid. Logika juga digunakan untuk membuktikan teorema-teorema di dalam matematika
            Oleh karena itu, kompetensi yang hendak dicapai adalah agar para mahasiswa memiliki kemampuan dan keterampilan dalam hal mengembangkan dan memanfaatkan logika yang dimiliki serta menambah pengetahuan tentang materi ini.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian dari kecerdasan Matematis Logis?
2.      Bagaimana tahap perkembangan peningkatan kecerdasan matematis logis?
3.      Bagaimana cara memahami anak yang mempunyai kecerdasan logis?
4.      Apa saja kecerdasan yang terkait kecerdasan matematis-logis?




BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KECERDASAN MATEMATIS-LOGIS
Kecerdasan merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat suatu masalah, lalu menyelesaikan masalah tersebut atau membuat sesuatu yang dapat berguna bagi oranglain. Kecerdasan dapat dimaknai sebagai kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Kecerdasan berkaitan dengan daya pikir dan perkembangan kognitif. Multiple Intelligences adalah sebuah penilaian yang melihat secara deskriptif  bagaimana individu menggunakan kecerdasannya untuk memecahakan masalah dan menghasilkan kesatuan.
Kecerdasan logika matematis merupakan salah satu kecerdasan yang terdapat dalam kecerdasan multiple intelegences. Kecerdasan matematis-logis adalah kecerdasan yang melibatkan keterampilan mengolah angka dengan baik dan atau kemahiran menggunakan penalaran atau logika dengan benar. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada hubungan logis, hubungan sebab akibat, dan logika-logika lainnya. Proses yang digunakan dalam kecerdasan matematis-logis ini antara lain klasifikasi (penggolongan/pengelompokan), pengambilan kesimpulan dan perhitungan.[2]
Thomas Amstrong menyatakan bahwa kecerdasan ini merupakan kecerdasan dalam mengolah kata. Seperti kecerdasan para jurnalis, juru cerita, penyair, dan pengacara. Orang yang cerdas dalam bidang ini, mereka dapat berargumentasi, meyakinkan orang, menghibur, atau mengajar dengan efektif lewat kata-kata yang diucapkannya. Mereka juga senang bermain-main dengan bunyi bahasa melalui teka-teki kata, permainan kata (pun) dan touge twister. Dalam buku Smart Baby’s Brain, Armstrong juga mengatakan bahwa anak-anak yang memiliki kecerdasan logika matematika adalah “anak-anak yang memiliki kemampuan-kemampuan matematika berpikir melalui pola-pola dan hubungan-hubungan yang abstrak, mereka belajar dengan cara menggunakan teka-teki dan permainan logika.

B. PERMASALAHAN DALAM PERKEMBANGAN KECERDASAN    MATEMATIS - LOGIS DAN SOLUSINYA
Logika Matematika ialah logika  yang menggunakan bahasa Matematika, yaitu dengan menggunakan lambang-lambang atau simbol- simbol. Keuntungan atau kekuatan bahasa simbol adalah: ringkas, univalent/bermakna tunggal, dan universal/dapat dipakai dimana-mana.
Kalimat adalah rangkaian kata yang disusun menurut aturan bahasa yang mengandung arti. Pernyataan adalah kalimat yang mempunyai nilai benar atau salah, tetapi tidak sekaligus benar dan salah (pernyataan disebut juga preposisi, kalimat deklaratif). Benar diartikan ada kesesuaian antara apa yang dinyatakan dengan keadaan yang sebenarnya. Perhatikan beberapa contoh berikut!
1. Al-Quran adalah sumber hukum pertama umat Islam
2. 4 + 3 = 8
3. Rapikan tempat tidurmu!
Contoh nomor 1 bernilai benar, sedangkan contoh nomor 2 bernilai salah, dan keduanya adalah pernyataan. Kalimat 3 di atas tidak mempunyai nilai benar atau salah, sehingga bukan pernyataan.
Kalimat Terbuka adalah kalimat yang belum tentu bernilai benar atau salah. Kalimat terbuka biasanya ditandai dengan adanya variabel (peubah). Jika variabelnya diganti dengan konstanta dalam semesta yang sesuai maka kalimat itu akan menjadi sebuah pernyataan.
Variabel (Peubah) adalah lambang yang menunjukkan anggota yang belum tentu dalam semesta pembicaraan, sedangkan konstanta adalah lambang yang menunjukkan anggota tertentu dalam semesta pembicaraan. Pengganti variabel yang menyebabkan kalimat terbuka menjadi pernyataan yang bernilai benar, disebut selesaian atau penyelesaian. Contoh kalimat terbuka
1. yang duduk di bawah pohon itu cantik rupanya
2. x + 2 = 8

Pernyataan Majemuk
Logika merupakan sistem matematika artinya memuat unsur-unsur yaitu pernyataan-pernyataan dan operasi-operasi yang didefinisikan. Operasi-operasi yang akan kita temui berupa kata sambung logika (conective logic):
: Merupakan lambang operasi untuk negasi
: Merupakan lambang operasi untuk konjungsi
: Merupakan lambang operasi untuk disjungsi
: Merupakan lambang operasi untuk implikasi
: Merupakan lambang operasi untuk biimplikasi
Pada saat menerapkan konsep pengenalan angka, orang tua paling tidak menyediakan suatu angka dengan simbol misalnya ketika orang tua mengatakan “saya memiliki buah apel, maka orang tua seharusnya mengenalkannya dengan buah sesungguhnya sehingga anak paham tentang konsep angka dan bilangan. Lagu juga bisa menjadi media untuk memperkenalkan berbagai tema tentang angka. Contoh lagu dengan tema tentang angka adalah “satu-satu Aku sayang Ibu, dua-dua...dst”. Lagu ini tidak hanya mengenalkan angka tetapi subjek yang ada di sekitar anak tersebut.
Setelah anak mengenal bilangan 1 sampai 10, maka bisa dikenalkan bilangan nol. Memberikan pemahaman konsep bilangan nol pada anak usia dini tidaklah mudah. Permainan ini dapat dilakukan dengan menghitung magnet yang ditempelkan di kulkas. Cobalah mengambil satu persatu dan mintalah anak menghitung yang tersisa. Lakukan berulangkali sehingga magnet di kulkas tidak ada lagi yang melekat. Saat itu dapat diunjukkan bahwa yang dilihat pada kulkas adalah 0 (nol) magnet.
Saat berada di dapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan konsep logika matematika, misalnya dengan cara anak diminta mengelompokkan sayuran berdasarkan warna. Mengasah kemampuan berhitung dalam pengoperasian bilangan sederhana, misalnya ketika tiga buah apel dimakan satu buah maka sisanya berapa. Sesekali lakukan juga kegiatan membuat kue bersama, selain dapat menambah keakraban dan kehangatan keluarga, anak-anak juga dapat belajar matematika melalui kegiatan menimbang, menakar, menghitung waktu. Memasak sambil melihat resep juga melatih keterampilan membaca dan belajar kosakata. Jangan risaukan keadaan dapur yang akan menjadi kotor dan berantakan dengan tepung dan barang-barang yang bertebaran, karena seperti slogan sebuah iklan bahwa berani kotor itu baik. Anak senang dan tanpa sadar mereka telah belajar banyak hal. Saat dimeja makan pun kita mengajarkan pembagian dengan bertanya pada anak, misalnya supaya kita sekelurga kebagian semua, puding ini kita potong jadi berapa ya? Lalu bila puding sudah dipotong-potong, angkat satu bagian dan tanyakan seberapa bagiankah itu? Hal ini terkait dengan konsep pecahan.
Kita dapat juga memberikan konsep matematika seperti pemahaman kuantitas, seperti berapa jumlah ikan hias di akuarium. Ketika bersantai di depan rumah, anak diajak menghitung berapa banyak motor yang lewat dalam 10 menit. Kenalkan juga konsep perbandingan seperti lebih besar, lebih kecil dan sebagainya, misalnya dengan menanyakan pada anak roti bolu dengan roti donat mana yang ukurannya lebih besar. Saat kita mengenalkan dan menanyakan pada anak bahwa mobil bergerak lebih cepat daripada motor, pohon kelapa lebih tinggi dari pohon jambu, atau tas kakak lebih berat daripada tas adik, sebenarnya hal ini sudah termasuk mengajarkan anak pada konsep kecepatan, panjang dan berat, sehingga fungsi kecerdasan matematikanya menjadi aktif.
Untuk kegiatan di luar rumah, ketika kita mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga semakin melatih keterampilan pengoperasian seperti penjumlahan dan pengurangan. Bisa juga dengan permainan toko-tokoan atau pasar-pasaran dengan teman-temannya. Kita juga dapat memberikan anak mainan-mainan yang edukatif seperti balok-balok, tiruan bentuk-bentuk geometri dengan dihubungkan dengan benda-benda disekitar mereka Ada bentuk-bentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi panjang dan lain-lain. Pengenalan bentuk geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik. Saat melihat roda mobil misalnya anak akan tahu kalau bentuknya lingkaran, meja bentuknya segiempat, atap rumah segitiga dan sebagainya. Kita juga bisa memberikan game-game dalam komputer yang edukatif yang mampu merangsang kecerdasan anak.
Permainan-permainan tradisional pun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti permainan congklak atau dakon sebagai sarana belajar berhitung dan juga bermanfaat melatih kemampuan manipulasi motorik halus terutama melatih kekuatan jari tangan yang di kemudian hari bermanfaat untuk persiapan menulis. Selama bermain anak dituntut untuk fokus mengikuti alur permainanyang pada gilirannya akan melatih konsentrasi dan ketekunan anak yang dibutuhkan saat anak mengikuti pelajaran disekolah.
Mengapa stimulasi untuk kecerdasan anak banyak melalui permainan-permainan dan kegiatan bermain yang menyenangkan? Karena dengan bermain akan membuat anak dapat mengekspresikan gagasan dan perasaan serta membuat anak menjadi lebih kreatif. Dengan bermain juga akan melatih kognisi atau kemampuan belajar anak berdasarkan apa yang dialami dan diamati dari sekelilingnya. Saat memainkan permainan yang menantang, anak memiliki kesempatan dalam memecahkan masalah (problem solving). Misalnya menyusun lego atau bermain pasel. Anak dihadapkan pada masalah, tetapi bukan masalah sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan yang membuat anak tanpa sadar dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini akan memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah. Misalnya ketika sedang menalikan sepatu, anak akan berusaha menggunakan seluruh kemampuannya untuk menyelesaikan hingga tuntas. Dan ini juga akan melatih ketika anak kelak di sekolah mendapat pelajaran-pelajaran matematika yang berdasarkan pemecahan masalah (problem solving).
Dalam dunia pendidikan usia dini seperti halnya TK seorang anak akan memasuki dunia yang penuh dengan “wahana bermain”. Dalam tingkatan ini, seorang anak akan diajari oleh pendidik dengan menerapkan konsep yang mudah dimengerti oleh seorang anak. Biasanya seorang pendidik akan memulai pengajarannya dengan menyanyi. Hal ini dimaksudkan agar seorang anak menjadi lebih senang tetapi, tetap fokus dengan pendidikan. Awal pertemuan kelas, sebaiknya seorang guru mulai menguji kecerdasan matematis-logis seorang anak misalnya mengenal angka dengan menggunakan buah atau pun benda lainnya, mulai membandingkan benda yang lebih besar dan yang lebih kecil, atau menyanyi lagu yang di dalamnya terdapat beberapa angka.

C.  PENGEMBANGAN DAYA PIKIR MELALUI MATEMATIKA
Dasar dari pengembangan daya pikir melalui matamatik[3] adalah anak anak dibangun  keinginan untuk  menumbuhkan keinginan  dan rasa semangat  untuk menyukai ilmu matematika ,dari matematika (logika) adalah mereka belajar konsep dasar seperti berikut
a)      Mengembangkan bahasa matematika
Pembicaraan dan percakapan informasi anak - anak tentang kegiatan - kegiatan  mereka bisa menuntut pada  perkembangan bahasa matematika  yang bisa di gunakan untuk menjelaskan  bahasa matematika ,disini mereka di dorong untuk belajar , ketika anak- anak  belajar sebutan untuk bentuk seperti lingkaran segi empat, segi tiga  mereka dengan tidak sengaja sedang beinteraksi dan juga sedang menggunakan bahasa matematika, belajar kosa kata  dan menggambarkan pola  ukuran bentuk  benda –benda lain yang membantu mereka mengembangkan  bahasa matematika
Pembelajaran langsung tentang kosa kata matematika[4] dianjurkan untuk membantu anak-anak memahami kata kata tertentu, karena biasanya anak anak  menggunakan kosa kata matematika secara spontan. Biasanya para pendidik akan menggunakan bahasa yang bisa di mengerti oleh usia mereka, seperti setengah roti, seperempat apel dan lainya
b)      kesempatan interatif untuk mengembangkan pengalaman matematika
Kesempatan untuk menghitung mengukur menyelidiki jika mereka mau  membangun pengetahuan matematika.pengalaman lansung anak akan menggunakan bahan bahan  yang berkaitan dengan matematika mempunyai peran yang sangat penting ,dengan kecerdikan mendorong anak-anak untuk berfikir dan berinteraksi terhadap benda-benda  di lingkungan mereka
Memberi kesempatan langsung untuk berkerja dengan bahan-bahan serba guna yang tidak mempunyai tujuan yang terlebih dahulu memberi kesempatan anak anak kesempatan untuk menyelusuri pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri dan menghasilkan berbagai jawaban jawaban berbeda
Interaksi dengan orang lain, anak anak membangun pengetahuan dengan berinteraksi dengan orang lain,lewat interaksi dengan teman sebaya  ide anak tentang benda-benda terbentuk  dengan ide orang lain,lewat ide tersebut bisa mempertanyakan pandangan-pandangan mereka sendiri berinteraksi dengan para guru juga dan umpan balik penting untuk mengembangkan berfikir tentang matematika,lewat pembelajaran inilah para anak anak bisa  mengerti konsep konsep matematika conto “lebih besar” lebih kecil”dan sebagainya  dengan memberi umpan balik para guru bisa mengoreksi konsep yang mungkin salah bisa di perbaiki dan di arahkan  tentang prinsip-prinsip matematika.
c)      termotivasi terhadap matematika (logika)
Salah satu tujuan pendidikan paud adalah agar mereka bisa belajar untuk menyukai berfikir nalarmatamatika  gimana agar mereka belajar matematika secara menyenangkan , menanamkan kecintaan terhadap matematika, bagai mana sifat ini d mulai dari para guru dulu, para guru harus menggunakan konsep matematika yang menyenangkan , para guru harus memperkuat persepsi positif  para anak-anak tentang diri mereka  sendisi yang mau belajar mata matika secara terang-terangang mengatakan mereka bisa matematika karena mudah
Matematika akan membantu mereka  untuk kemampuan mereka,agar bisa menyajikan konsep matematika secara efektif dan efisien,mereka harus bisa mengerti anak-anak apa yang bisa di pelajari mereka dan memberikan motivasi kepada mereka secara continu.


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
            Logika adalah suatu cabang ilmu yang mengkaji penurunan-penurunan kesimpulan yang sahih (tidak valid).
            Kecerdasan logika matematis merupakan salah satu kecerdasan yang terdapat dalam kecerdasan multiple intelegences.Kecerdasan matematis-logis adalah kecerdasan yang melibatkan keterampilan mengolah angka dengan baik dan atau kemahiran menggunakan penalaran atau logika dengan benar.
Dalam logika matematika ada dua kalimat yang penting, yaitu kalimat pernyataan dan kalimat terbuka serta terdapat juga operasi logika, yaitu negasi (ingkaran), konjungsi, disjungsi, implikasi dan biimplikasi. Dari suatu implikasi dapat dibentuk implikasi lain, yaitu konvers, invers dan kontraposisi. Metode atau cara yang digunakan dalam penarikan kesimpulan, yaitu modus ponens, modus tollens dan silogisme.




DAFTAR PUSTAKA

Anjar S, (2003-2007), Mengenal Gerbang Logika –LogicGate, Komunitas eLearning
IlmuKomputer.Com
Carol Seefeldt dan Barbara A Wasik,pendidikan anak usia dini menyiapkan anak usia
tiga,empat dan lima tahun masuk sekolah.jakarta.indeks. 2008
Dika N__Jeki C.S, Pernyataan Penghubung Pernyataan, jekichas.weebly.com
Diane Ronis,pengajaran  matematika sesuai cara kerja otak,jakarta,indeks.2009
Dwi Erna Novianti: Analisis Kesalahan Dalam Mengerjakan Soal Materi Logika
Matematika. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Matematika (Jp2m) Vol. 1 No. 1 September 2015
F.Soesianto, Djoni D. (2003), Logika Metematika Untuk Ilmu Komputer,  Andi Yogyakarta.
Karman Lanani. Efektivitas Pembelajaran Kooperatif Ditinjau Dari Peningkatan
Kemampuan Penalaran Logis Matematis Siswa. Jurnal ilmiah program studi matematika stkip siliwangi bandung, vol 4, no.2, september 2015




[1] Dwi erna novianti: analisis kesalahan dalam mengerjakan soal materi logika matematika. Jurnal pendidikan dan pembelajaran matematika (jp2m) vol. 1 no. 1 september 2015
[2] Dwi Erna Novianti: Analisis Kesalahan Dalam Mengerjakan Soal Materi Logika Matematika. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Matematika (Jp2m) Vol. 1 No. 1 September 2015
[3] diane ronis, pengajaran  matematika sesuai cara kerja otak,(jakarta,indeks.2009) hal 6
[4] carol seefeldt dan barbara a wasik, pendidikan anak usia dini menyiapkan anak usia tiga,empat dan lima tahun masuk sekolah. (jakarta.indeks. 2008). Hal 386-387