Jumat, 15 Desember 2017

ILMU PENDIDIKAN ISLAM DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI


ILMU PENDIDIKAN ISLAM
DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI



A.                Pengertian dan tujuan
      Ilmu pendidikan islam dengan tujuan dengan pendekatan psikologi dapat di artikan sebagi usaha memenfaatkan jasa psikologi islam pada khususnya, dan psikologi pada umumnya untuk mendukung perumusan konsep dan praktik pendidkan.
      Pernyataan tersebut di atas antara lain di dasarkan pada dua asumsi sebagi berikut.
1.                                                                                      Kepentingan masyarakat
        Pendidikan adalah pemindahan nilai-nilai,ilmu,dan keterampilan dari generasi tua kepada generasi muda untuk melanjutakan dan memelihara identitas masyarakat tersebut. Dalam pemindahan (transmission), nilai-nilai ilmu dan keterampilan nilai psikologi memegang peranan yang sangat penting.
        Namun kajian-kajian dalam psikologi,terutama dalam bidang proses belajar,menujukkaan bahwa pemindahan pengetahunan,apalagi kalau dari satu generasi ke generasi berikutnya.
        Dalam proses pendidikan juga terjadi interaksi individu, yaitu antara peserta didik dan pendidik,dan juga antar peserta  didik dan orang-orang di sekitarnya. Manusia berbeda dengan makhluk lain karena kondisi psikologinya.berkat kemampuan-kemampuan psikologi yang lebih tinggi dan komplek inilah sesungguhnya manusia menjadi maju,lebih banyak memiliki kecakapan pengetahuan,di bandingan dengan makhluk lainnya. Kondisi atau kemampuan psikologi yang di miliki manusia itu merupakan karekteristik psikofisik yang di miliki sebagai individu. Prilaku tersebut merupan manifestasi dari ciri-ciri kehidupannya,baik yang tampak maupun yang tidak tampak,prilaku kognitif,efektif,dan psikomotor.

2.               Kepentingan Indivudu
     Pendidikan ,dilihat dari segi kaca mata individu, dapat di artikan sabagai upaya diartikan sebagai upaya pengembangan potensi-potensi yang terpendam dan tersembunyi. Kemampuan bahasa, menghitung, mengingat, berpikir, berdaya, cipta dan sebagainya. Walaupun manusia memiliki kemampuan terbatas,ternyata yang terbatas itu sydah dapat di pergunakan untuk menjelajah ruang angkasa. Dapat di bayangkan dan di perkirakan bahwa berbagai hasil karya manusia akan meningkat lagi jika berbagai potensi itu di gali, di kembangkan,dan di dayagunakan.
     Pendidikan, menurut pandang individu, adalah menggarap kekayaan yang terdapat pada setiap individu agar ia dapat di nikmati oleh individu dan selanjutnya oleh masyarakat. Kajian terhadap manusia tersebut akan semakin jelas dengan bantuan psikologi. Denga demikian psikologi berperan  dalam membantu memperjelas tentang manusia sebagai subjek dan objek pendidkan.

 
B.  peran psiikologi dalam pengembangan ilmu  pendidikan islam
    Ilmu pendidikan islam sebagaimana telah di kemukakan di atas, adalah ilmu yang     membahas tentang sebagai teori dan konsep yang berkaitan dengan komponen dan aspek pendidikan visi, misi, tujuan,kurikulum,proses belajar mengajar dan komponen pendidkan islam lainya dapat di rumuskan dengan komponen apabila melibatkan jasa psikologi.
    Menurut Nana Syaodih Sukmadinata,minimal ada dua bidang psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Keduanya sangat di perlukan,baik dalam perumukan tujuan, memilih dan menyusun bahan ajar, memilih dan menetapkan metode pembelajarn serta teknik-teknik penilaian.
      Psikologi perkembangan memiliki metode dan teori yang berbeda dengan psikologi belajar. Dari segi metode psikologi, perkembangan individu yang di peroleh melalui studi yang bersifat longitudinal, croos sectional, psikoanalitik, sosiologik atau studi kasus.

1.        Studi longitudinal  menghimpun informasi tentang perkembangan induvidu melalui pengamatan dan pengajian perkembangan sepanjang masa, dari mulai lahir sampai dengan dewasa.
2.        Metode cross sectional mempelajari, beribu anak dari berbagai tingkat usia, mencacat ciri-ciri fisik dan mental, pola-pola perkembangan dan kemampuan, serta prilaku mereka.
3.        Studi psikoanalitik mempelajari perkembangan anak pada masa-masa sebelumnya,terutama pada masa kanak-kanak (balita).
4.        Metode sosiologik  mempelajari perkembangan peserta didik di lihat dari segi tuntutan akan tugas-tugas yangyang harus di hadapi dan di lakukan dalam masyarakat.
5.        Studi kasus berusaha mempelajari kasus-kasus tertentu untuk menarik kesimpulan-kesimpulan tentang pola-pola perkembangan peserta didik.

      Individu memiliki banyak aspek seperti jasmani,intelektual, sosial,emosional, moral secara keseluruhanmembentuk satu kesatuan yang khas. Informasi yang di berikan melalui hasil kajian psikologi perkembnagan ini sangat membantu dalam merumuskan tujuan pendidikan. Dengan merumuskan tujuan pendidikan yang di arahkan kepada menggali, memberdayakan, mengarahkan, dan mengembangkan berbagai potensi yang di miliki peserta didik agar menjadi aktual yang berdaya guna sehingga dapat menolong dirinya dalam melaksanakan funsi kehidupannya dengan berbagai peran dan fungsi yang dapat melaksanakan
          Segi teori psikologi perkembangan memperkenalkan ada nya tiga teori atau  pendekatan tentang perkembangan individu yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatan diferensial(differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach). Perkembanga masing-masing memiiki karekteristik tertentu yang berbeda dengan  tahapan lainya. Pendekatan diferensial melihat,bahwa individu memiliki persamaan dan perbedaan yang selanjutnya di gunakan sebagai dasr untuk melakukan ketegorisasi dan pengelompokan seperti pengelompokan berdasarkan jenis kelemain, ras, agama, status sosial ekonomi dan sebagainya.
       Dari ketiga macam pendekatan tersebut, terdapat pula para ahli yang menyederhanakan pembagian tersebut menjadi dua bagian yaitu:
1.    Pendekatan yang bersifat menyeluruh yang mencakup aspek perkembangan fisik dan gerakan motorik, sosal, ntelektual, moral, emosonal, religi dan sebagainya. Penahapan yang bersifat menyeluruh ini di kembangan oleh Jean Jacquen Rousseau,G. Stanley Hall, Havighurst.

2.    Perkembangan yang bersifat khusus yang menyangkut perkembangan  dari salah satu aspek perkembangan saja. Dalam pendekatan pentahapan perkembangan yang bersifat khusus, terdapat pula sejumlah tokoh pendukung nya seperti Piaget,Kholberg, Erikson.

Pskologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana saharusnya seorang individu belajar, yang secara sederhana dapat di artikan sebaimana perubahan tingkah laku yang terjadi pengalaman. Segala perubahan tingkah laku baik berbentuk kognitip, efektif maupun psikomotorik terjadi kerena ada nya proses pengalaman yang selanjutnya di katakan sebagai prilaku belajar.
Menurut P. Hunt sebagimana di kutif Nana syaodih Sukmadinata ada tiga ada tiga keluraga atau rumpun teori belajar yatu teori disipln mental, behaviorisme, dan cognitif Gestlat field. Mengenai ketiga rumpun teori belajr ini dapat di kemukakan sebagai berikut:

1.           Teori Disiplin Mental

  Menurut teori disiplin mental bahwa dari sejak kelahirannya atau secara herediter, seorang anak telah memliki potensi tertentu. Belajar adalah merupakan upaya untuk mengembangan pontensi-pontesi tersebut.
 Menurut kajian pera ahli bahwa teori disiplin mental ini dapat di bagi menjadi disiplin mental theistik, humanistik, dan apersepsi. Penjelasan yaitu:

a.      Teori disiplin mental theistik ini berasal dari psikologi daya yang berpendapat bahwa setiap amak tau individu mempunyai jumlah daya mental seprti daya untuk mengamati, menanggap, mengingat, berfikir, memecahkan masalah .
b.      Teori disiplin mental humanistik yang bersumber paada psikologi humanisme klasik karyo plato dan Aristoteles perbedaan dengan teori theistik ini menekan bagian latihan bagian atau aspek tertentu ,maka teori humenistik lebih menekan keseluruhan dan keutuhan. Menurut humanistik ini bahawa pendidik haru menekankan pendidik umum (general educatioan).
c.            Teori mental naturalisme atau natural unfoldment atau self actualization yang bersumber pada psokologisme romantik denag tokoh utama nya Jean Jecquens Rousseau yakni menganggap bahawa semua anak mempunyai sejumlah potensi dan kemampuan, namu beda nya adalah bahwa teori mental naturalisme adalah bahawa anak atau individu bukan saja mempunyai potensi atau kemampuan untuk berbuat atau melakukan tugas nya, tetapi memiliki kemauan atau kemampuan untuk belajr dan berkembang sendiri.
d.           Teori mental apersepsi atau di sebut juga dengan herbatisme yang bersumber pada psikologi strukturalime dengan tokoh utama nya Herbat berpendapat bahwa belajar adalh membentuk masa apersepsi.  Semakin tinggi perkembangan anak, semakin tinggi pula masa apersepsinya.
e.             Teori disiplin mental ini erat dengan teori yang di anut aliran progresivisme dsn pragmatisme sebagaimana yang dijelaskan dalam kajian pendidikan dengan pendekatan filsafat. Dengan teori disiplin mental dan progresivisme ini mendidik tidak dapat melakukan secara otoriter, karena pendidik otoriter akan mematikan tunas-tunas para pelajar  untuk hidup sebagi pribadi-pribadi yang gembira mengahdi pelajaran dan mematikan daya kreasi baik secara fisik maupun psikis anak didik.

1.                  Teori Behaviorisme

    Teori ini berpijak pada sebuah asumsi bahwa anak atau individu tidak memilki atau membawa potensi apa-apa dari kelahiran. Perkembangan anak ditentukan oleh faktor yang berasal dari lingkungan, seperti lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, lingkungan manusia, alam, budaya , religi. Teori ini selanjutnya di sebut pula teori stimulus dan Respons (RS) yang dari car kerja nya teori SR ini dapat d bagi menjadi tiga bagian yaitu S.R. Bond,Conditioning dan Reinforcement, dengan penjelasan sebagai berikut:
1.      Teori S-R Bond (Stimulus-Respons) bersumber dari psikologi koneksionisme atau teori asosiasi dan merupakan teori pertama dari rumpun behaviorime ,bahwa kehidupan ini tunduk pada hukum S-R atau aksi-aksi. Edward L. Thorndike mengemukakan bahwa da tiga hukum belajar yang sangat terkenal yaitu hukum kesiapan (low of readness),hukum latihan (law of exercise or raptioan) dan hukum akibat(law effect).
2.      Teori conditioning atau stimulus-responce with conditioning. Berpendapat bahwa belajar atau pembentukan hubungan antara stimulus dan respons perlu di bantu dengan kondisi tertentu.
3.      Teori reinforcemening kondisi di berikan pada stimulus maka pada reinforcemen kondisii yang di berikan pada renspons.





2.                  Teori Kognitif Gestalt Field

     Teori belajar pertama dari rumpun ini adalah teori insigt yang bersumber pada Gestalt Field ,belajar adalah preoses pengembangan insigt atau pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama. Pemahaman atau insigt merupakan citra dari atau perasaan tentang pola-pola atau hubungan.
     Teori belajar goal insight berkembang dari psikologi configurationisme. Perbuataan individu selalu bertujuan di arahkan pada pembentukan hubungan dengan lingkungan.
     Teori kognitif  memiliki peranan yang sanga penting daalam memehami dirinya dan lingkungan, serta menggunakan dan pengenalan untuk melanjutkan di gunakan dalam mengahadapi lingkungannya.
  
Peranan Psikologi Islam Dalam Pengembangan   Ilmu    Pendidikan      Islam
  Islam sebagai agama yang di wahyukan tuhan memiliki perhatin yang amat besar terhadap manusia. Berbagi aspek tentang ajaran islam melalui dari visi, misi, tujuan,ruang lingkup nya, serta sasarannya adalah manusia. Islam berujuan agar manusia terpelihara segi kehidupan, akal, agama, harta benda, dan keturunannya dan menajadikannya sebagai hamba allah yang sempurna iman dan akhlaknya , memiliki kehidupan yang seimbang dunia akhirat, terbina seluruh potensinya dan berperan sebagai khilfah di muka bumi  Al-qu’ran jug memberikan petunjuk bahawa manusia adalah makhluk yang unik di alam ini. Unik dalam watak, fungsi,tujuan  dan wujudnya, seta unik dalam nasib kesudahannya. Di kalangan filosof dan ahli dalam ilmu jiwa islam telah banyak yang berbicara tentang jiwa manusia dengan berdasarkanpada petunjuk al-qur’an dan sunah.

D. Antara Psikologi Islam Dan Psikologi Barat
 Menurut Achmad Mubarok, tidak mudah untuk menyebut psikilogi islam, karena psikologi adalah produk epistemologi budaya sekuler yang sudah mapan, sedangkan konsep psikologi  islam baru merupakan gagasan yang belum di pakai sebagai kacamat untuk memecahkan persoaalan ilmiah, karena para ilmuan pasti akan nenuntut kajian empiris antroposentris atau penelitian laboratoris untuk bisa memenuhi syarat sebagai ilmuan psikologi.
         Islam sesungguhnya telah memberikan kontribusi bagi pengembangan psikologi barat dan ketika orang barat menggambil psikologi dari islam merka tidak menjadi muslim. Unsur yang membedakan antara psikologi islam dan psikologi barat. Psikologi barat semata-mata menggunakan kemampuan intelektual untuk menemukan dan mengungkapkan asas-asas, unsur, proses, fungsi, dan hukum seputar  kejiwaan.sementara psikologi islam mendekatinya dengan pendekatan akal dan keimanan sekaligus.
  Kajian psikologi islam selanjutnya menyebutkan ciri-ciri psikologi islam sebagai berikut:
1)             Psikologi islam merupakan salah satu dari kajian masalah- masalah ke islaman.
2)             Psikologi islam membicarakan aspek-aspek dan prilaku kejiawaan manusia.
3)             Psikologi islam bukan netral etik, malainkan sarat dengan nilai.



MAKALAH SEJARAH BAHASA INDONESIA

MAKALAH
SEJARAH BAHASA INDONESIA


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............i
DAFTAR ISI........................ii
I. PENDAHULUAN....................4
  1. Latar Belakang...................................4
  2. Rumusan Masalah..............................4
  3. Tujuan..............................................4
II. PEMBAHASAN..............................5
  1. Sejarah Bahasa Indonesia........................5
  2. Peristiwa Penting Bahasa Indonesia....................7
  3. Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia.......................8
III. PENUTUP.....................................................11
  1. Kesimpulan...........................................11
  2. Saran.......................................................11
DAFTAR PUSTAKA.............................................12



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
        Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga, bahasa Indonesia menjadi sarana budaya dan sarana berpikir masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, peranan bahasa Indonesia menjadi sangat penting.menginggat pentingnya bahasa Indonesia, kami sebagai mahasiswa dituntut untuk lebih memahami bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Yang salah satunya adalah mengetahui sejarah bahasa Indonesia.Untuk itulah materi ini sangat penting diplajari,karena sangat disayangkan jika sebagai pemakai bahasa Indonesia tidak mengetahui tentang sejarah bahasa Indonesia.

B.    Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah sejarah bahasa Indonesia ?
2.      Apa peristiwa penting berkaitan bahasa Indonesia ?
3.      Bagaimana kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia ?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui Sejarah Bahasa Indonesia.
2.      Untuk mengetahui peristiwa penting terkait Bahasa Indonesia.
3.      Mengetahui dan memahami Kedudukan serta fungsi Bahasa Indonesia.



BAB II
PEMBAHASAN

A.  Sejarah Bahasa Indonesia
            Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia.Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu.Penggunaan istilah “bahasa melayu” telah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M, yaitu angka yang tercantum pada beberapa perasasti berbasasa melayu kuno dari Palembang dan Bangka.Perasasti-prasati ini ditulis dengan aksara pallawa atas permintaan raja kerajaan sriwijaya. Awal penamaan bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928. Disana, pada kongres Nasional kedua di jkarta diumumkanlah penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk Negara Indonesia pasca-merdeka. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri, yaitu bahasa jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu), namun beliau memilih bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari bahasa melayu yang diturunkan di Riau.
            Bahasa melayu Riau di pilih sebagai bahasa persatuan nrgara republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut:
1.      Jika bahasa jawa digunakan, suku-suku bangsa atau golongan lain di Negara Indonesia akan merasa di jajah oleh suku jawa yang merupakan golongan mayoritas di republik Indonesia.
2.      Bahasa Indonesia jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa melayu riau. Ada tingkatan bahasa halus, biasa, dan kasar yang digunakan unyuk orang yang berbeda dari segi usia, derajat, ataupun pangkat.
3.      Bahasa melayu riau yng dipilih,dan bukan bahasa melayu Pontianak, Banjarmasin, samarinda, Maluku, Jakarta (betawi), atau pun kutai, dengan pertimbangan:                                                                                                                                                                               
-Pertama,suku melayu berasal dari riau, sultan malaka yang terahir pun lahir ke riau selepas malaka direbut oleh portugis.
-Kedua, sebagai lingu france,bahasa melayu riau yang paling sedikit trkenapengaruh misalnya dari bahasa tionghoa, hokkien, ataupun dari bangsa lainnya.
Penggunaan bahasa melayu bukan hanya terbatas di republik Indonesia. Pada 1945,penggunaan bahasa melayu selain Republik Indonesia yaitu Malaysia, Brunei, dan singapura.
Keputusan kongres bahasa Indonesia II 1945 di Medan, antara lain menyatakah bahwa bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dahulu digunakan sebagai lingua franca (bahasa penghubung), bukan hanya dikepulauan nusantara, melainkan juga diseluruh Asia Tenggara sejak abad ke VII. Bukti yang menyatakan ini adalah di temukanya pristiwa di kedukan bukit, berangka 683 M (Palembang), talang tuwo, berangka 684 M (palembang), kota kapur, berangka 686 M (Bangka barrat), dan karang Brahi, berangka 688 M (jambi).prasasti itu dituliskan pra-Nagara berbahasa melayu kuno. Bahasa melayu kuno tidakhanya digunakan pada zaman sriwijaya, karena di jawa tengah juga ditemukan prasasti tahun 832 M dan di Bogor tahun 942 M yang menggunakan bahasa melayu kuno.
Bahasa melayu menyebar keplosok Nusantara bersama dengan menyebarnya agama islam di Nusantara. Bahasa melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa pnghubung antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena tidak mengenal tingkat tutur.Bahasa melayu yang dipakai didaerah wilayah Nusantara dalam pertumbuhanya dipengaruhi oleh corak budaya daerah.
Bahasa melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sansekerta, Persia, Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa melayupun dalam perkembangany  muncul dalam berbagai variasi dan dialek. Perkembangan bahasa melayu diwilayah Nusantaramempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia.

B.Peristiwa-peristiwa Penting Bahasa Indonesia
  1. Pada tahun 1908, pemerintah colonial mendirikan buku penerbit bernama commissie voor de volkslectuur (taman bacaan rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 dirubah menjadi perpustakaan pusat. Badan penerbit menerbitkan novel, seperti siti nurbaya dan salah satu perawatan, buku panduan penanaman, pemeliharaan buku kesehatan, untuk membantu penyebaran bahasa melayu di masarakat luas.
  2. Tanggal 16 Juni 1927 Johan Datuk Karjo menggunakan bahas Indonesia adalam pidatonya. Hal ini untuk pertama kalinya di sesi volksraad, seseorang berpidato dalam bahasa Indonesia.
  3. 28 Oktober 1928 secara resmi Muhammad yamin mengusulkan agar bahas melayu menjadi bahasa nasional Indonesia.
  4. 1933 mendirikan generasi penulis muda yang menamakan diri pejuang Baru yang di pimpin oleh Alisyahbana.
  5. 1936 sultan Alisyahbana mempersiapkan Indonesia Grammar Baru.
  6. Diadakan 25-28 Juni 1938 indonesia pertama kongres di Solo. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan bisnis kongres dan pengembangan Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendikiawan dan budayawan Indonesia saat ini.
  7. 18 Agustus 1945 menandatangani undang-undang Dasar 1945, yang merupakan salah satu artikel (pasal 36), menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara.
  8. Tanggal 19 Maret 1947 diresmikkan penggunaan ejaan Republik bukanya ejaan van Ophuijsen sebelumnya berlaku.
  9. 28 Oktober sampai 2 November 1978 Indonesia kongres III yang diselenggarakan di Jakarta. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati sumpah pemuda ke-50 di samping menunjukan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha unruk memperkuat posisi dan fungsi bahasa Indonesia.
  10. Tanggal 21-26 November 1983 indonesia kongres IV yang dislenggarakan di Jakarta. Kongres ini digelar dalam rangka memperingati sumpah pemuda ke-55 dalam putusan yang menyatakan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus ditingkatkan sebagai amanat yang terkandung dalam garis-garis besar haluan Negara, yang mengharuskan semua warga Negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, bisa mencapai sedekat mungkin.
  11. 28 Oktober hingga 3 November 1988 Indonesia kongres v yang diadakan di Jakarta. Kongres ini dihadiri lebih dari sekitar tuju ratus pakar dari seluruh Indonesia peserta Indonesia dan tamu dari Negara-negara tetangga seperti Brunei, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres ditandatangani oleh pekerjaan besar yang disajikan pembangunan dan pengembangan bahasa pusat pecinta bahasa di Nusantara, kamus Indonesia dan Tata bahasa Baku Indonesia.
  12. 28 Oktober sampai 2 November 1993 indonesia kongres VI yang diadakan di Jakarta. Sebanyak 770 peserta dari para ahli bahasa Indonesia dan 53 tamu dari peserta asing termasuk Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hong Kong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Kongres menyarankan bahwa pembangunan dan pembangunan bahasa pusat upgrade ke institute Indonesia, serta mengusulksn perumusan hukum Indonesia.
  13. Diadakan pada 26-30 Oktober 1998 di kongres ke VII Indonesia Hotel Indonesia, Jakarta kongres yang mengusulkan dewan penasehat Bahasa.

C.  Fungsi dan Keudukan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa sebagai alat komunikasi sekaligus bahasa resmi Republik Indonesia dan juga sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia yang sudah diresmikan setelah dilakukanya konggres pemuda I yang di laksanakan selama dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Betavia (Jakarta) suatu hasil yang berbunyi :
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah juga satoe, tanah air Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Fungsi Bahasa Indonesia Dalam kedudukan sebagai Bahasa Nasional Meliputi 4 aspek yaitu :
1.  Bahasa Indonesia sebagai lambing kebangsaan Nasional.
  1. Bahasa Indonesia sebagai lambing kebangsaan Nasional adalah bahasa Indonesia yang mempunyai nilai-nilai social, budaya luhur bangsa. Dengan nilai yang dimiliki merupakan cermin bangsa Indonesia, untuk itu kita sebagai warga Negara Indonesia harus bangga, menjunjung tinggi dan mempertahankan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta mengamalkan sesuai dengan nilai dan budaya luhur bangsa.
  2. Sebagai wujud rasa bangsa terhadab bahasa Indonesia, kita harus menggunakan bahasa Indonesia setiap hari terutama di lingkungan sekolah dan tanpa ada rasa rendah diri, dan acuh tak acuh. Untuk itu sebagai warga Negara Indonesia yang baik kita harus menjaga bahasa sesuai dengan isi sumpah pemuda tersebut diatas.
2.  Bahasa Indonesia sebagai Lambang identitas Nasional
  1. Bahasa Indonesia sebagai lambang bahasa Indonesia dapat mengetahui identitas kewrganegaraan seseorang dan juga dapat membedakan antara Negara lain, yaitu karkter, kepribadian, dan watak sebagai bangsa Indonesia. Harus di wujudkan dan dijaga jangan sampai keperibadian.

3.  Bahasa Indonesia sebagai Alat pemersatu seluruh Bangsa Indonesia
  1. Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu seluruh Bangsa Indonesia masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya, dapat disatukan melalui Bahasa Indonesia bersatu dalam satu kebangsaan, dapat disatukan melalui bahasa Indonesia bersatu dalam satu kebangsaan, dan mempunyai cita-cita, rasa senasip dan sepenanggungan yang sama.
  2. Dengan bahasa Indonesia, bangsa ini dapat merasa harmonis dan serasi, karena diantarakita tidak lagi merasa ada persaingan dan tidak merasa lagi ‘dijajah` oleh masyarakat suku lain, identitas nilai sosial budaya daerah masih dapat kita lihat dan tercermin dalam bahasa daerah masing-masingyang masih kental.
4.  Bahasa Indonesia sebagai Alat penghubung antar Budaya dan antar Daerah.
  1. Bahasa  Indonesia sebagai alat penghubung antar budaya dan antar Daerah. Dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa Indonesia kita dapat saling berintraksi untuk segala bidang kehidupan. Baik pemerintahan, intraksi segala kebijakan dan strategi yang berkaitan dengan idiologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, pertahanan, dan kemana dengan mudah dapat disampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.
  2. Jika laju pertumbuhan komunikasi antar manusia meningkat berarti akan mempercepat tingkat wawasan dan pengetahuan manusia. Dan jika semakin cepat pengetahuan meningkat maka akan mempermudah perkembangan kehidupan bangsa.


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
            Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, pasal 36 “bahasa Negara adalah bahasa Indonesia”. Sejarah bahasa Indonesia telah tumbuh dan berkembang sekitar abad ke VII dari bahasa Melayu yang sejak zaman dahulu sudah dipergunakan bahasa perhubungan. Bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga seluruh Asia Tenggara.
            Awal pencipta Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tangga 28 Oktober 1928, diumumkan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk Negara Indonesia pascakemerdekaan. Secara yurdis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indoensia secara resmi diakui keberadaannya dan ditetapkan dalam UUD 1945 pasal 36.

B. Saran
            Sebagai penyusun kami merasa masih ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Oleh karena itu, kami mohon kritik dan saran dari pembaca.


DAFTAR PUSTAKA
Anak Pesisir 2012. Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia
Anonym 2013. Makalah Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia
Alek dan Achmad H.P. 2010 untuk Pengguruan Tinggi. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.
Kanzunnudin, Muhammad. 2011. Bahasa Indonesia untuk Pengguruan Tinggi.Rembang: Yayasan Adhiguna.